1. Tuliskan
ciri-ciri umum kingdom animalia!
Ciri-ciri umum kingdom animalia
·
Multiseluler
·
Heterotrof
·
Eukariotik
·
Tidak berdinding sel
·
Tidak berklorofil
·
Hidup di darat dan di
air
2. Jelaskan
ciri-ciri dari dari filum porifera!
Ciri-ciri filum porifera
·
tubuhnya
berpori (ostium)
·
multiseluler
·
tubuh
porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
·
berbentuk
seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
·
warnanya
bervariasi
·
tidak berpindah tempat (sesil)
1.
Tipe Ascon
Tipe
Ascon merupakan tipe Porifera yang mempunyai sistem saluran air sederhana. Air
masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar
melalui oskulum. Contoh tipe Ascon misalnya Leucoslenia.
2.
Tipe
Sycon
Tipe
Sycon merupakan Porifera yang mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya
radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori ke saluran radial yang berdinding koanosit
keluar melalui oskulum, misalnya Scypha.
3.
Tipe
Rhagon (Leucon)
Tipe
Rhagon merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang paling kompleks/rumit.
Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air
bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk
bulat. Air masuk melalui pori saluran radial yang bercabang-cabang keluar
melalui oskulum. misalnya Euspongia dan Spongida.
4. Berdasarkan
jenis penyusun spikulanya, porifera dibedakan menjadi calcarea, hexactinellida,
dan demospongia. Jelaskan ciri-ciri dan contohnya masing-masing!
·
Calcarea (Calcisspongiae)
Calcarea
(dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae
(dalam latin, calci = kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun
dari kalsium karbonat. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti
vas bunga, dompet, kendi, atau silinder. Tinggi tubuh kurang dari 10 cm.
Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau
leukonoid. Calcarea hidup di laut dangkal, contohnya sycon, Clathrina, dan Leucettusa lancifer.
·
Hexactinellida
(Hyalospongiae)
Hexactinellida
(dalam bahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae
(dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons) memiliki
spikula yang tersusun dari silika. Ujung spikula berjumlah enam seperti
bintang. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau
mangkuk. Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid. Hewan
ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m. Contoh Hexactinellida
adalah Euplectella.
·
Demospongiae
Demospongiae
(dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang
tersusun dari serabut spongin. Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen
yang terdapat pada amoebosit. Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya
dari sinar matahari. Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang. Tinggi dan
diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter.Seluruh Demospongiae memiliki
saluran air tipe Leukonoid. Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun
dangkal, meskipun ada yang di air tawar. Demospongiae adalah satu-satunya
kelompok porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar. Demospongiae
merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis porifera. Contoh
Demospongiae adalah Spongia, hippospongia
dan Niphates digitalis.
5. Jelaskan
peranan porifera bagi kehidupan manusia!
Rangka tubuh porifera mempunyai nilai ekonomi
yang tinggi, karena dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih (penggosok) alami
ataupun sebagai pengisi jok (tempat duduk) kendaraan bermotor. Euspongia
oficinalis merupakan spons yang biasa digunakan untuk mencuci, sedangkan Euspongia
mollisima biasa digunakan sebagai alat pembersih toilet yang harganya
mahal. Beberapa jenis
Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai
spons mandi. Spons menghasilkan senyawa bioaktif
yang berfungsi sebagai pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi
sebagai bahan obat-obatan. Spesies Petrosia contegnatta mengahsilkan
senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat anti kanker, sedangkan obat anti-asma
diambil dari Cymbacela. Spons Luffariella variabilis menghasilkan
senyawa bastadin, asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual sangat tinggi.
6. Jelaskan
ciri-ciri umum dari coelenterata!
Ciri-ciri umum dari
hewan ini adalah:
·
Tubuh bersel banyak dan bentuknya simetris radial.
·
Tidak memiliki kepala, pangkal tubuh berbentuk cakram, lubang
mulut dikelilingi tentakel.
·
Coelenterata belum memiliki alat peredaran darah, pernafasan dan
ekskresi
·
Sifat jenisnya hermaprodit.
·
Bentuk Tubuh Coelentarat.
·
Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler. Rongga
gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan oleh septum /
penyekat dan belum mempunyai anus.
·
Tubuh tidak bersegmen, diploblastik.
·
Rongga tubuh berfungsi sebagai alat pernafasan.
·
Rangka disusun oleh zat kapur atau zat tanduk.
·
Habitat umumnya dilaut, tetapi ada juga yang di air tawar.
·
Hampir semua coelenterata hidup di laut, tetapi beberapa
diantaranya hidup di air tawar. Ada beberapa hidup bebas, tetapi beberapa
terikat pada suatu obyek.
·
Mempunyai 2 bentuk stadium / fase hidup, yaitu:
a.
Stadium Polip
Adalah
bentuk kehidupan Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya (hidup melekat
pada suatu subtrat pada bagian basal dan bagian distalnya bebas). Tubuh
berbentuk silindris, bagian proximal melekat dan bagian distal mempunyai mulut
yang dikelilingi tentakel. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa macam
bentuk (polimorfisme). Misalnya yang berbeda fungsinya yakni ada polip untuk
pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) dan polip untuk makan yakni
gastrozoid.
b.
Medusa
Adalah
bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau seperti lonceng yang dapat
berenang bebas, terapung dalam air.
·
Reproduksi atau perkembangbiakan dapat dilakukan secara aseksual
dengan membentuk tunas pada polip dan seksual dan penyatuan spermatozoa dan sel
telur pada bagia medusa.
7. Jelaskan
ciri-ciri dari kelas hydrozoa, scyphozoa, anthozoa dan tuliskan contohnya
masing-masing!
a. Hydrozoa
Hydrozoa (dalam bahasa yunani, hydro = air, zoa = hewan) sebagian besar
memiliki pergiliran bentuk polip dan medusa dalam siklus hidupnya. Hydrozoa dapat hidup soliter. Contoh Hydrozoa
adalah Hydra sp, Obelia sp, dan Physalia.
Untuk Obelia sp merupakan Hydrozoa
yang hidupnya berkoloni di laut. Obelia memiliki bentuk polip dan medusa dalam
siklus hidupnya.
b. Scyphozoa
Scyphozoa (dalam bahasa yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan) memiliki
bentuk dominan berupa medusa dalam siklus hidupnya. Medusa Scyphozoa dikenal
dengan ubur-ubur. Medusa umumnya berukuran 2 – 40 cm. Reproduksi dilakukan
secara aseksual dan seksual. Polip yang berukuran kecil menghasilkan medusa
secara aseksual. Contoh Scyphozoa adalah Cyanea
dan Chrysaora fruttescens.
c. Anthozoa
Anthozoa (dalam bahasa yunani, anthus = bunga, zoa = hewan) memiliki
banyak tentakel yang berwarna-warni seperti bunga. Anthozoa tidak memiliki
bentuk medusa, Hanya bentuk polip. Polip Anthozoa berukuran lebih besar dari
dua kelas Coelenterata lainnya. Hidupnya di laut dangkal secara berkoloni. Anthozoa
bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi, serta reproduksi
seksual menghasilkan gamet. Contoh Anthozoa adalah Tubastrea (koral atau karang), Acropora, Urticina (Anemon laut),
dan turbinaria. Koral hidup di air jernih dan dangkal karena koral bersimbiosis
dengan ganggang. Ganggang memberikan makanan dan membantu pembentukan rangka
pada koral. Sedangkan koral memberikan buangan yang merupakan makanan bagi
ganggang serta perlindungan bagi ganggang dari herbivora.Rangka koral tersusun
dari zat kapur. Rangka koloni dari polip koral inilah yang membentuk karang
pantai (terumbu karang) atau atol (pulau karang).
8. Jelaskan
siklus hidup dari organism berikut.
a. Hydra sp
Reproduksi Coelenterata
terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan
pembentukan tunas.Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang
berbentuk polip.Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada
tubuh induknya sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan
pembentukan gamet (ovum dengan sperma).Gamet dihasilakan oleh seluruh
Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip.Contoh
Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.
b. Aurelia aurita
Aurelia
aurita merupakan anggota filum
Coelenterata, kelas Scyphozoa. Mempunyai bentuk seperti mangkuk dan dikenal
sebagai Jelly Fish. Hidup di laut secara planktonik, melayang pada badan air.
Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai
sumber nutrisi.
Pada masa hidupnya, bentuk tubuh
medusa lebih dominan dibandingkan dengan bentuk polip. Bentuk polip hanya
dijumpai pada waktu larva. Hewan ini memiliki alat kelamin yang terpisah pada
individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam
tubuh individu betina. Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang
menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan
menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel. Silia dilepaskan dan
planula tumbuh menjadi polip muda disebut scifistoma, kemudian
membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring atau
strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri menjadi medusa
disebut efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.
c. Obelia sp
Pada Polip obelia
dewasa yang bersifat diploid (2n) terdapat dua jenis polip. Yang
pertama Polip dengan Tentakel yang
berfungsi untuk hal nutrisi (makanan) dan yang kedua Polip tanpa Tentakel yang berfungsi
sebagai reproduksi aseksual.
Polip tanpa tentakel yang melakukan reproduksi secara aseksual itu
menghasilkan Tunas Medusa. Tunas Medusa kemudian lepas dari
polip dan tumbuh menjadi Medusa
Dewasa. Medusa
Dewasa itu ada yang menghasilkan Sel telur (Ovum) dan Sel sperma (Spermatozoid). Ovum dan Sperma yang
dilepaskan di air bertemu dan terjadilah fertilisasi. Fertilisasi yang terjadi di air akan
menghasilkan Zigot. Zigot berkembang menjadi Larva Planula. Larva Planula kemudian menempel di
dasar laut dan tumbuh menjadi Koloni
muda dan kemudaian tumbuh menjadi koloni dewasa (polip obelia dewasa).
9. Jelaskan
ciri-ciri umum dari filum plathyhelmintes!
Platyhelminthes ada yang bersifat
parasit dan ada yang hidup bebas di perairan. Cacing ini tidak memiliki system
peredaran darah dan bernapas dengan seluruh permukaan tubuh. Platyhelmintes
mempunyai bentuk tubuh pipih, tidak mempunyai rongga tubuh, dan alat
pencernaannya tidak sempurna.
10. Tuliskan
ciri-ciri dari kelas turbellaria, trematoda, dan cestoda dari filum
plathyhelmintes tersebut.
a.
Ciri-ciri Turbellaria
Kelas
turbelaria memili ciri khas yaitu ketika dewasa memiliki silia sehingga
sering disebut juga dengan cacing bulu getar. Turbelaria banyak hidup di air
tawar, air laut, tanah basah dan parit.
b.
ciri-ciri kelas trematoda adalah sebagai berikut:
·
Tubuh
berbentuk pipih dorvoventral oval dan tidak bersegmen, kecuali famili
schistosomatidae.
·
Tidak
memiliki rongga tubuh (Acoelomata)
·
Sistem
reproduksinya bersifat hermaprodit. Kecuali famili schistosomatidae.
·
Hidup
sebagai parasit pada hewan dan manusia.
·
Memiliki
alat penghisap dan kait untuk melekatkan diri pada inangnya.
·
Tubuhnya
dilapisi oleh kutikula.
c.
ciri-ciri umum dari dari kelas
Cestoda:
·
Bentuk
tubuhnya pipih memanjang seperti pita
·
Tubuh
terdiri dari kepala (skolek) dan badan
·
Alat
reproduksi terdapat pada masing-masing segmen proglotid
·
Hidup
sebagai parasit di saluran pencernaan hewan vertebrata (kelompok hewan yang
memiliki tulang belakang, makanannya diserap melalui seluruh permukaan tubuhnya
11. Jelaskan
siklus hidup dari.
a. Fasciola hepatica
Cacing dewasa bertelur
di dalam saluran empedu dan kantong empedu. Sapi atau domba kemudian telur
keluar kea lam bebas bersama fases domba. Bila mencapai tempat basah, telur ini
akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Mirasidium akan
mati bila tidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnea
auricularis-rubigranosa). Di dalam tubuh siput ini, mirasidium tumbuh menjadi
sporokista (menetap dalam tubuh siput selama lebih dua minggu).
Sporokista
akan menjadi larva berikutnya yang disebut redia. Hal ini berlangsung secara
parthenogenesis.
Radia
akan menuju jaringan tubuh siput dan berkembang menjadi larva berikutnya yang
disebut serkaria yang mempunyai ekor. Dengan ekornya serkaria dapat menmbus
jaringan tubuh siput dan keluar berenang dalam air. Di luar tubuh siput, larva
dapat menempel pada rumput untuk beberapa lama. Serkaria melepaskan ekornya dan
menjadi metaserkaria. Metaserkaria membungkus diri berupa kista yang dapat
bertahan lama menepel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya.
Apabila
rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding ususnya,
kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa disana untuk beberapa
bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi.
b.
Clonorchis
sinensis
Organ
reproduksi trematoda komplex dan daur hidup biasanya melibatkan beberapa tuan
rumah yang berbeda, yang berakibat dalam penambahan kekuatan dari reproduksi.
Reproduksi dari sebagian besar keturunan diperlukan dalam hewan parasit kerena
kesempatan suatu individual akan mencapai tuan rumah baru agak enteng. Sebagian
besar trematoda hermaphrodit. Telur dari satu cacing mungkin dibuahi
oleh spermatozoa dari cacing yang
sama, dengan fertilisasi silang dapat terjadi. Larva yang ditetaskan dari telur
trematoda ectoparasitic adalah berupa cilia dan berenang kira-kira sampai
mereka melekatkan diri ke tuan rumah yang baru. Trematoda endoparasitic
biasanya terlewati melalui daur hidup terkomplikasi seperti pada cacing hati.
Gejala penderita cacing hati
Clonorchis sinensi tidak nyata, kebanyakan terjadi secara
kronis, setelah terinfeksi baru perlahan lahan muncul gejala seperti
hilang selera makan, lemas, kurang enak di bagian atas
perut, diare, kembung, pencernaan kurang baik, sakit dibagian atas kanan perut
dan hati membengkak. Bila jumlah parasit sangat banyak akan menyumbat saluran
empedu, radang empedu, atau penyakit kuning. Juga ada yang terinfeksi lama
sehingga berubah 3 menjadi batu empedu, bahkan hati mengeras hepatis
kanker.
c.
Taenia
saginata
Dalam usus manusia terdapat proglotid yang sudah masak yakni yang
mengandung sel telur yang telah dibuahi (embrio). Telur yang berisi embrio ini
keluar bersama feses. Bila telur ini termakan sapi, dan sampai pada usus akan
tumbuh dan berkembang menjadi larva onkoster. Larva onkoster menembus usus dan
masuk ke dalam pembuluh darah atau pembuluh limpa, kemudian sampai ke otot
lurik dan membentuk kista yang disebut Cysticercus bovis (larva cacing).
Kista
akan membesar dan membentuk gelembung yang disebut Cysticercus (sistiserkus).
Manusia akan tertular cacing ini apabila memakan daging sapi mentah atau
setengah matang. Dinding Cysticercus akan dicerna di lambung sedangkan larva
dengan skoleks menempel pada usus manusia. Kemudian larva akan tumbuh membentuk
proglotid yang dapat menghasilkan telur. Bila proglotid masak akan keluar
bersama feses, kemudian termakan oleh sapi. Selanjutnya telur yang berisi
embrio tadi dalam usus sapi akan menetas menjadi larva onkoster. Setelah itu
larva akan tumbuh dan berkembang mengikuti siklus hidup seperti di atas.
d.
Taenia solium
Taenia solium
Taenia
solium (cacing pita babi) dewasa hidup sebagai parasit didalam tubuh manusia,
tepatnya di bagian usus halus. tubuhnya bersegmen-segmen, setiap segmen ini
disebut proglotid. proglotid yang paling bawah berisi telur yang sudah dibuahi.
proglotid lepas bersama feses keluar tubuh manusia. ketika proglotid tersebut
termakan oleh babi, maka didalam tubuh babi akan berubah menjadi onkosfer atau
heksakant. larva ini akan menembus dinding usus ke pembuluh darah menuju
jaringan otot. di dalam otot onkosfer berubah menjadi cacing gelembung yang
disebut sistiserkus. apabila manusia
makan daging babi yang mengandung sisitiserkus ini tidak dimasak benar-benar
sehingga larva tidak mati maka di dalam tubuh manusia akan berubah menjadi
Taenia solium dewasa. di dalam usus T solium menghisap sari-sari makanan.
12. Gambarkan
struktur tubuh planaria serta deskripsikan!
![]() |
system eksresi Planaria
![]() |
system pencernaan Planaria
![]() |
system reproduksi Planaria
![]() |
system saraf Planaria
13. Jelaskan
peranan plathyhelmintes bagi kehidupan manusia!
Peranan
Platyhelminthes dalam kehidupan :
a. Planaria
menjadi salah satu makanan bagi organism lain.
b. Cacing hati
maupun cacing pita merupakan parasit pada manusia
14. Jelaskan
ciri-ciri umum nemaltemintes!
Ciri-ciri Umum Nemathelminthes
·
Nemathelminthes dapat
dijumpai didarat, air tawar dan air laut, dari daerah kutub hingga daerah
tropis.
·
Hidup bebas, adapula
yang parasit pada tumbuhan dan hewan.
·
Tidak memiliki sistem
peredaran darah dan jantung, tetapi tubuhnya mengandung cairan semacam darah
yang dapat merembes kebagian tubuh akibat kontraksi tubuh.
·
Bentuk tubuhnya gilik
panjang dengan simetri bilateral.
·
Tubuhnya tidak memiliki
silia dan tidak bersegmen, dilapisi oleh kutikula transparan.
15. Tuliskan
ciri-ciri kelas nematoda serta contoh spesiesnya!
Ciri-ciri umum nematoda:
·
Hidup di darat, air
tawar dan air laut, dari daerah kutub hingga daerah tropis.
·
Hidup bersifat bebas
namun ada pula yang parasit pada tumbuhan dan hewan.
·
Tidak memiliki system
peredaran darah dan jantung.
·
Tubuhnya mengandung
cairan semacam darah yang dapat merembes ke bagian tubuh akibat kontraksi
tubuh.
·
Bentuk tubuhnya gilik
panjang dengan simetri bilateral.
·
Tidak memiliki silia
dan tidak bersegmen, dilapisi oleh kutikula transparan.
Anggota filum nematoda
a. Cacing
gelang (Ascaris lumbricoides)
·
Hidup sebagai parasit
dalam usus manusia
·
Hewan bersifat
kosmopolit (terdapat di segala tempat), terutama di daerah tropis
·
Bentuk tubuh bulat panjang
dengan bagian ujung-ujung yang meruncing
·
Pertukaran gas dari
lingkungan dengan permukaan tubuh terjadi secara difusi
·
Contoh: Ascaris megalocephala, parasit dalam
usus kuda
b. Cacing
tambang (Ancylostoma)
·
Hidup parasit di usus
manusia dan banyak dijumpai pada daerah pertambangan, terutama di daerah
beriklim panas
·
Saat mengisap darah,
cacing mengeluarkan zat anti koagulan yang mencegah terjadinya pembekuan darah
korban
·
Panjang tubuh cacing
dewasa kurang lebih 1-1,5 cm
·
Contoh: Ancylostoma duodenale, yang terdapat di
daerah tropis Afrika dan Asia
c. Cacing
kremi (Enterobius vermicularis)
·
Hidup dalam usus besar
manusia
·
Cacing betina
panjangnya antara 9-15 mm
·
Saat bertelur cacing
betina menuju anus untuk memperoleh oksige yang diperlukan larva untuk
pertumbuhan
·
Contoh: Oxyuris equi, pada dubur kuda atau
keledai
d. Cacing
filarial (Wucheria bancrofti)
·
Mempunyai inang
perantara hewan arthtropoda, misalnya nyamuk, dan inang tetap yaitu manusia
pada bagian pembuluh getah bening
·
Pada malam hari, cacing
pindah ke pembuluh arteri atas dan vena perifer di dekat kulit
·
Microfilaria dapat
masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk culex
e. Cacing
otot (Trichinella spiralis)
·
Menyebabkan penyakit
trichinosis pada manusia, babi, atau tikus
·
Parasit masuk ke tubuh
manusia melalui daging babi yang di masak kurang matang
f. Hetrodera radiciola
·
Hidup parasit pada akar
tanaman dan menyebabkan bengkak pada akar
16. Jelaskan
siklus hidup dari.
a. Ascaris lumbricoides
Siklus hidup parasit "Ascaris lumbricoides"
dimulai dari cacing dewasa yang bertelur dalam usus halus dan telurnya keluar
melalui tinja lewat anus (1), sehingga tahap ini disebut juga dengan fase
diagnosis, dimana telurnya mudah ditemukan. Kemudian telur yang keluar bersama
tinja akan berkembang di tanah tempat tinja tadi dikeluarkan (2) dan mengalami
pematangan (3). Selanjutnya setelah telur matang disebut fase infektif, yaitu
tahap dimana telur mudah tertelan (4). Telur yang tertelan akan menetas di usus
halus (5). Setelah menetas, larva akan berpindah ke dinding usus halus dan
dibawa oleh pembuluh getah bening serta aliran darah ke paru-paru (6). Di dalam
paru-paru, larva masuk ke dalam kantung udara (alveoli), naik ke saluran
pernafasan dan akhirnya tertelan (7). Di usus halus larva berubah menjadi
cacing dewasa. Mulai dari telur matang yang tertelan sampai menjadi cacing
dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan.
b. Ancylostoma duodenale
·
Telur cacing tambang besarnya kira-kira 60x40 mikron, berbentuk
bujur dan mempunyai dinding tipis. Di dalam telur cacing tambang terdapat
beberapa sel larva rhabditiform yang panjangnya kurang lebih 250 mikron.
·
Setelah keluar bersama tinja maka
setelah 1-1,5 hari dalam tanah, telur tersebut menetas menjadi larva rhabditiform.
Setelah keluar bersama tinja maka
setelah 1-1,5 hari dalam tanah, telur tersebut menetas menjadi larva rhabditiform.
·
Dalam
waktu sekitar 3 hari larva tumbuh menjadi larva filariform yang dapat menembus
kulit manusia. Larva filariform dapat bertahan hidup 7-8 minggu di tanah. Larva
filriform panjangnya kurang lebih 600 mikron.
·
Setelah
menembus kulit, larva ikut brsama aliran darah dan pembuluh getah bening. Menuju
ke jantung dan dilanjutkan ke paru-paru.
·
Di
paru-paru larva menembus pembuluh darah masuk ke bronchus lalu ke trachea dan
laring. Dari laring, larva ikut tertelan dan masuk ke dalam usus halus. Peristiwa
ini disebut infeksi aktif.
·
Sekitar
satu minggu setelah masuk melalui kulit, larva akan sampai di usus dan di dalam
usus larva menjadi cacing dewasa yang akan menancapkan dirinya dengan kait di dalam
mulut mereka ke lapisan usus halus bagian atas dan mengisap darah kembali.
·
Cacing
betina bertelur di usus halus dan telur akan keluar bersama dengan feses.
·
Selain
dengan cara infeksi aktif, dapat pula terjadi infeksi pasif yaitu bila kista
(larva berdinding tebal) tertelan bersama makanan.
·
Infestasi
melalui mulut, larva akan tertelan kemudian masuk ke dalam kelenjar lambung
atau kelenjar lieberkuhn usus halus.
·
Kemudian
larva kembali ke lumen usus, berkembang menjadi larva stadium 4 kemudian dewasa
dalam usus halus. Selain itu infeksi prenatal (sebelum lahir; melalui uterus/
plasenta) dan trans mammalia (melalui susu induk) juga dapat terjadi.
c.
Wucheria
bancrofti
Wuchereria
bancrofti
mempunyai 2 host yaitu :
1.
Dalam Tubuh Manusia (Definitif host) :
Cacing dewasa berada dalam saluran
dan kelenjar lymphe, setelah kawin cacing betina akan melahirkan mikrofilaria
(ovo vivipar) sesuai dengan sifat periodisitasnya mikrofilaria-mikrofilaria
tersebut akan berada di darah tepi . Bila kebetulan ada nyamuk yang sesuai
menggigit penderita tersebut, maka mikrofilaria akan ikut terhisap bersama
darah penderita dan masuk ke tubuh nyamuk. Didalam tubuh manusia mikrofilaria
dapat bertahan hidup lama tanpa mengalami perubahan bentuk.
2.
Dalam Tubuh Intermediate host :
Nyamuk yang berperan sebagai vektor
biologis/hospes perantaraan untuk Wuchereria bancrofti adalah dari genus:
Culex, Anopheles,Aedes. Mikrofilaria yang terhisap masuk pada saat terjadinya
gigitan, sesampai di lambung nyamuk akan melepaskan sheathmya. Dalam waktu 1-2
jam kemudian ia menembus dinding usus nyamuk menuju ke otot-otot thorax untuk
mengadakan metamorfosis. Dalam waktu kurang lebih 2 hari mikrofilaria akan
tumbuh menjadi larva stadium I (l24-250 mikron X 10-17 mikron) dan 3-7 hari
kemudian menjadi larva stadium II yang panjangnya (225-330 mikron dan lebar
15-30 mikron) dan pada hari ke 10-11 pertumbuhan larva dapat dikatakan telah
lengkap menjadi larva stadium III dengan ukuran panjang 1500-2000 mikron dan
lebarnya 18-23 mikron), yaitu stadium yang infektif untuk manusia. Larva
tersebut bermigrasi ke kelenjar ludah (proboscis). dan siap untuk ditularkan
bila nyamuk tersebut menggigit manusia lagi.
![]() |
d. Oxyuris vermicularis
17. Jelaskan
peranan dari filum nemathelmintes!
Peranan nematelminthes bagi kehidupan manusia
secara ekonomi tidak ada yang menguntungkan bahkan merugikan. Nematelminthes
kebanyakan adalah parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
18. Jelaskan
ciri-ciri umum dari annelida!
Hidup diberbagai tempat yaitu air tawar,
air laut, dan daratan. Cacing ini lebih tinggi tingkatan taksonominya
dibandingkan dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, karena telah mempunyai
rongga tubuh sejati. Umumnya cacing ini bersifat bebas, tetapi adapula yang
parasit
19. Annelida
dibedakan menjadi tiga kelas yaitu oligochaeta, polychaeta, dan hirudinae.
Jelaskan ciri-ciri dan contoh spesiesnya!
a.
Oligochaeta
·
Merupakan cacing yang
memiliki sedikit rambut pada ruas-ruas tubuhnya
·
Kepala cacing ini
berukuran kecil, tanpa alat peraba/tentakel dan mata
·
Fertilisasi secara
internal
·
Sebagian ruas tubuhnya,
yaitu segmen 32-37 mengalami penebalan yang disebut klitelum
·
Contoh: Lumbricus sterestis
b.
Polychaeta
·
Merupakan cacing
berambut banyak
·
Semua anggota tubuhnya
hidup di laut
·
Tubuhnya memiliki banyak
rambut yang tumbuh pada parapodia (semacam kaki)
·
Panjang tubuhnya antara
5-10n cm, dengan diameter 2-10 mm
·
Tubuhnya berwana
menarik, seperti hijau, merah, merah muda, atau campuran warna-warna lain
·
Contoh: Nereis,
Arenicola, Spirobranchus giganteus, Eunice viridis (cacing palolo), dan Lysidice (cacing wawo)
c.
Hirudinea
·
Habitat di air tawar,
darat, dan air laut
·
Tubuhnya tidak memiliki
rambut dan parapodia
·
Bentuk tubuhnya pipih
·
Di kedua ujung tubuhnya
terdapat alat isap
·
Contoh: Hirudo medicinalis (lintah)
20. Gambarkan
struktur tubuh.
a.
Lumbricus
sterestis
Struktur Tubuh
lumbricus terestis
·
Cacing tanah adalah hermaprodit dengan alat kelamin jantan
dan betina pada bagian ventral atau ventro lateral.
·
Cacing dewasa kelamin ditandai dengan adanya klitelum (
seperti cincin atau pelana berwarna muda mencolok melingkari tubuh sepanjang
segmen tertentu) pada umur 2,5 bulan.
·
Klitelum terkait dengan produksi kokon.
·
Klitelum dimulai pada segmen 22 memanjang 4 sampai 10 segmen
ke posterior.
·
Alat kelamin jantan dan betina terdapat mulai segmen 9 sampai
15 menurut spesies.
·
Untuk menghasilkan telur fertil, cacing harus mencari
pasangan dan saling menukar sperma yang akan membuahi sel telur.
·
Pembuahan akan terjadi dalam masing-masing lubang kelamin
betina.
·
Setelah pembuahan, sepanjang permukaan klitelum akan
mengeluarkan lendir yang akan mengeras dan bergerak ke belakang terdorong oleh
gerak maju cacing.
·
Pada saat melewati lubang kelamin betina, telur-telur yang
sudah dibuahi akan masuk ke dalam selubung kokon tersebut.
·
Kokon yang diletakkan pada kondisi lingkungan yang cocok akan
menetas dalam 14 - 21 hari. Jumlah telur dalam kokon beragam, biasanya lebih
dari 10 butir.
·
Tergantung spesies, cacing dewasa mampu menghasilkan lebih
dari 2 kokon setiap 5 - 10 hari.
·
Perhitungan kasar menunjukkan setiap 100
cacing dewasa dalam kurun waktu 1 tahun dapat menghasilkan 100.000
·
Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di
daerah pasang surut air laut.
·
Tubuh memanjang dan mempunyai segmen.
·
Setiap segmen mempunyai parapodia dan setiap parapodia
memiliki setae, kecuali pada segmen terakhir.
b.
Lysidice
oele
·
Pada cacing ini, alat kelamin cacing jantan dan betina sudah
dapat dibedakan ( Gonokoris)
·
Larvanya bersilia, dan dapat bergerak bebas yang disebut
dengan trokopor
·
Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad.
·
Pembuahan dapat terjadi di luar tubuh. Anggota yang terkenal
jenis ini adalah cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice
oele).
·
Contoh cacing tersebut adalah : Nereis viren,
Eunice viridis (cacing wawo) dan Lysidice oele(cacing
palolo). Dua jenis terakhir sering dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan
maluku.
c. Hirudo medicinalis

21. Jelaskan
peranan annelida bagi kehidupan manusia!
Annelida dalam kehidupan manusia dapat
menguntungkan antara lain: beberapa jenis Annelida dapat dimakan yaitu: Eunice
viridis (cacing palolo) dan Lysidice (cacing wawo). Selain itu cacing tanah
dapat menggemburkan tanah dan membuat lubang-lubang di tanah sehingga terjadi
aerasi. Dengan demikian oksigen dapat masuk ke dalam tanah. Cacing tanah dapat
pula menghancurkan sampah sehingga dapat membantu pengembalian mineral dalam
ekosistem tanah. Selain itu cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai makanan
ikan, bahkan sekarang cacing tanah digunakan sebagai obat dan untuk
meningkatkan vitalitas tubuh. Hirudinea medicinalis dapat menghasilkan zat
hirudin yang berguna untuk zat anti koagulasi (anti pembekuan darah). Sedangan
kelompok Annelida yang merugikan yaitu pacet yang dapat menghisap darah manusia
atau vertebrata lainnya.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar